Izin edar merupakan salah satu persyaratan penting bagi perusahaan yang ingin memasarkan produk, terutama produk makanan, minuman, kosmetik, obat, dan alat kesehatan. Pengurusan izin edar tidak hanya membutuhkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga ketelitian dalam menyiapkan dokumen dan prosedur yang diperlukan. Sayangnya, banyak perusahaan—terutama UMKM—sering melakukan kesalahan yang dapat memperlambat atau bahkan menggagalkan proses perizinan. Berikut beberapa kesalahan umum dan cara menghindarinya.
1. Tidak Memahami Regulasi yang Berlaku
Banyak pelaku usaha yang langsung mengajukan izin edar tanpa memahami regulasi yang berlaku untuk jenis produknya. Misalnya, kosmetik dan obat memiliki persyaratan dokumen yang berbeda, begitu juga makanan dan minuman.
Cara Menghindari:
- Pelajari regulasi yang relevan dari BPOM atau instansi terkait.
- Gunakan panduan resmi atau konsultasikan dengan konsultan izin edar berpengalaman.
2. Dokumen Tidak Lengkap atau Tidak Sesuai
Salah satu penyebab penolakan izin edar adalah dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai format yang diminta. Contohnya, sertifikat analisis produk yang kadaluarsa atau label produk yang tidak memenuhi standar.
Cara Menghindari:
- Buat daftar dokumen yang dibutuhkan dan pastikan semua dokumen terbaru.
- Cek kembali format dan persyaratan dokumen sebelum pengajuan.
3. Salah Mengklasifikasikan Produk
Beberapa perusahaan salah dalam menentukan kategori produknya, misalnya mengajukan produk makanan sebagai minuman atau kosmetik sebagai obat. Hal ini akan menyebabkan proses izin edar tertunda.
Cara Menghindari:
- Kenali kategori produk Anda secara tepat sesuai regulasi.
- Jika ragu, konsultasikan klasifikasi produk ke BPOM atau pihak berwenang.
4. Mengabaikan Label dan Informasi Produk
Label yang tidak sesuai standar, seperti tidak mencantumkan komposisi, tanggal kedaluwarsa, atau nomor registrasi, sering menjadi alasan penolakan izin edar.
Cara Menghindari:
- Pastikan label produk mematuhi aturan BPOM atau instansi terkait.
- Gunakan template label resmi atau minta bantuan ahli labeling.
5. Terlambat Memperbarui Izin
Izin edar memiliki masa berlaku tertentu. Banyak perusahaan yang terlambat memperbarui izin, sehingga produk mereka tidak sah untuk diedarkan.
Cara Menghindari:
- Catat tanggal berlaku izin edar dan buat pengingat sebelum masa berlaku habis.
- Ajukan perpanjangan izin beberapa bulan sebelum izin lama habis.
6. Mengandalkan Informasi Tidak Resmi
Beberapa pelaku usaha mengandalkan informasi dari sumber tidak resmi atau mitos tentang izin edar, seperti menganggap izin bisa cepat tanpa dokumen lengkap.
Cara Menghindari:
- Selalu merujuk pada sumber resmi, seperti website BPOM atau kementerian terkait.
- Hindari “jalan pintas” yang tidak legal karena dapat berisiko sanksi.
Kesimpulan
Pengurusan izin edar membutuhkan ketelitian, kepatuhan terhadap regulasi, dan perencanaan yang matang. Kesalahan yang umum terjadi biasanya bersifat administratif, seperti dokumen tidak lengkap, salah klasifikasi produk, atau label tidak sesuai. Dengan memahami aturan yang berlaku, menyiapkan dokumen dengan tepat, dan melakukan monitoring terhadap izin yang dimiliki, perusahaan dapat menghindari masalah hukum dan memastikan produk mereka sah untuk diedarkan.


No responses yet